DreamFace

Bahasa

Id
    Bahasa
  • English
  • Português
  • 简体中文
  • 繁體中文
  • 日本語
  • Español
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • Tiếng Việt
  • हिन्दी
  • Русский
  • Italiano
  • 한국어
  • मराठी
  • Nederlands
  • Norsk
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Polski
  • Dansk
  • Suomi
  • Français
  • Deutsch
  • Svenska
  • Kiswahili
  • తెలుగు
  • Türkçe
  • বাংলা
  • اردو
  • العربية
  • فارسی
  • Ελληνικά
Mulai Sekarang
Chrome Store
4.9

Chrome Store

20,000,000+

Global Users

Apple Store
4.9

Apple Store

Dipercaya oleh institusi terkemuka di seluruh dunia

Cara Mengubah Episode Podcast Menjadi Video

Langkah 1

Kirimkan file skrip atau file audio.

Bawa masuk apa yang sudah Anda catat atau tuliskan untuk episode tersebut.

Langkah 2

Pilih Host yang Bagus

Pilih seorang presenter di layar untuk menyampaikan episode tersebut.

Langkah 3

Buat dan potong bagian-bagian pentingnya.

Ekspor video seluruh episod tersebut, lalu ambil klip-klip pendeknya untuk digunakan di media sosial, jika Anda menginginkannya.

Fitur-fitur Generator Video Podcast AI

Audio berubah menjadi “host yang bisa berbicara”.

Masukkan naskah atau audio dalam skrip acara, lalu gunakan avatar pembawa acara yang menyanyi alih-alih berbicara untuk menyampaikan pesan tersebut di layar.
Audio berubah menjadi “host yang bisa berbicara”.

Karya yang dihasilkan dari naskah atau rekaman.

Mulailah dari kerangka cerita yang tertulis, atau dari file audio yang sudah ada, sesuai dengan apa yang Anda miliki.
Karya yang dihasilkan dari naskah atau rekaman.

Teks Terpilih untuk Media Sosial

Buatlah bagian singkat dari episode tersebut menjadi video yang bisa diposting secara terpisah, tanpa perlu disertai dengan episode utuhnya.
Teks Terpilih untuk Media Sosial

Ganti penampilan host per episode.

Ubah penampilan presenter di layar, tanpa perlu merekam ulang audio-nya.
Ganti penampilan host per episode.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa menggunakan DreamFace untuk video podcast?

Pembawa Podcast yang Sesuai dengan Tema Lip-Sync

Gerakan mulut dalam video tersebut disesuaikan dengan audio yang digunakan, sehingga video tersebut tampak lebih hidup, bukan hanya sekadar narasi yang ditampilkan di atas gambar statis.

Siap untuk diputar di berbagai platform.

Hasil outputnya sesuai dengan spesifikasi umum untuk podcast-video di YouTube dan platform media sosial lainnya.

Skrip atau Input Audio

Mulailah dari apa yang sudah Anda miliki untuk episode tersebut.

Audio Anda tidak digunakan di tempat lain.

Audio atau skrip yang diunggah hanya digunakan untuk membuat video saja, dan tidak dapat digunakan untuk tujuan lain.

Fitur Berharga Lain dari Dreamface

Generator Video AI
Buat video produk AI, clip iklan, teaser peluncuran produk, demo e-commerce, dan konten produk untuk media sosial berdasarkan prompt, gambar, atau template yang ada.
Video AI
Gunakan DreamFace AI Video untuk mengubah gambar atau teks produk yang statis menjadi animasi video yang realistis. Anda dapat menggunakan template, referensi, serta frame awal dan akhir untuk membuat animasi tersebut.
Video Enhancer
Perkuat klip produk menggunakan teknologi upscaling berbasis AI, sehingga detailnya lebih jelas, warna lebih baik, dan resolusi hasil output lebih tinggi sebelum mempublikasikan iklan atau video e-commerce.
Penghapus latar belakang
Hapus latar belakang foto produk tersebut, dan siapkan gambar yang bersih untuk digunakan dalam video produk, iklan, clip di pasar online, serta promosi sosial yang berkaitan dengan merek tersebut.

Mereka Cinta Dreamface

Akhirnya, ada versi video-nya juga.

Podcast kami merupakan format audio saja selama dua tahun. Namun, dengan cara ini, kami bisa mendapatkan konten video tanpa perlu membeli peralatan kamera.

Klip-klipnya mudah diambil.

Mengambil gambar menarik yang berdurasi dua menit dari satu episode lengkap untuk digunakan di media sosial lebih cepat daripada yang saya kira.

Sesuai untuk pertunjukan solo.

Saya hanya merekam video saja. Tidak perlu menggunakan kamera, dan adanya pembawa acara di layar merupakan hal yang menarik.

Penerapan konsep “Script-First” berhasil untuk saya.

Saya tetap menulis skema episode tersebut. Menggunakan format teks daripada audio langsung, ternyata cukup efektif.

Ganti jenis Host yang digunakan.

Perubahan penampilan penyampai dalam episode yang memiliki tema tertentu, tanpa mengubah audio yang digunakan.

Berbunyi secara sinkron

Saya ragu-ragu mengenai teknik lip sync yang hanya menggunakan audio saja. Namun, hasilnya cukup baik, sehingga tidak terlihat aneh.

Akhirnya, ada versi video-nya juga.

Podcast kami merupakan format audio saja selama dua tahun. Namun, dengan cara ini, kami bisa mendapatkan konten video tanpa perlu membeli peralatan kamera.

Klip-klipnya mudah diambil.

Mengambil gambar menarik yang berdurasi dua menit dari satu episode lengkap untuk digunakan di media sosial lebih cepat daripada yang saya kira.

Sesuai untuk pertunjukan solo.

Saya hanya merekam video saja. Tidak perlu menggunakan kamera, dan adanya pembawa acara di layar merupakan hal yang menarik.

Penerapan konsep “Script-First” berhasil untuk saya.

Saya tetap menulis skema episode tersebut. Menggunakan format teks daripada audio langsung, ternyata cukup efektif.

Ganti jenis Host yang digunakan.

Perubahan penampilan penyampai dalam episode yang memiliki tema tertentu, tanpa mengubah audio yang digunakan.

Berbunyi secara sinkron

Saya ragu-ragu mengenai teknik lip sync yang hanya menggunakan audio saja. Namun, hasilnya cukup baik, sehingga tidak terlihat aneh.