DreamFace

Bahasa

Id
    Bahasa
  • English
  • Português
  • 简体中文
  • 繁體中文
  • 日本語
  • Español
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • Tiếng Việt
  • हिन्दी
  • Русский
  • Italiano
  • 한국어
  • मराठी
  • Nederlands
  • Norsk
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Polski
  • Dansk
  • Suomi
  • Français
  • Deutsch
  • Svenska
  • Kiswahili
  • తెలుగు
  • Türkçe
  • বাংলা
  • اردو
  • العربية
  • فارسی
  • Ελληνικά
Mulai Sekarang
Chrome Store
4.9

Chrome Store

20,000,000+

Global Users

Apple Store
4.9

Apple Store

Dipercaya oleh institusi terkemuka di seluruh dunia

Cara Membuat Influencer Virtual yang Berkala

Langkah 1

Kirimkan foto atau gambar karakter.

Mulailah dengan membuat potret, karakter yang dibuat secara stylis, atau desain asli yang menentukan penampilan “persona” tersebut.

Langkah 2

Tambahkan skrip atau contoh suara.

Silakan buat dialog, merekam audio, atau mengunggah file suara, agar karakter tersebut dapat berbicara dengan cara yang konsisten dalam video-video selanjutnya.

Langkah 3

Gunakan persona yang sama untuk video-video baru.

Buat video tambahan dari skrip-skrip baru, menggunakan wajah dan suara yang sudah ada, bukan mencoba membuat karakter tersebut dari awal setiap kali.

Apa yang membuat seorang influencer menjadi “virtual”, bukan sekadar video singkat saja?

Orang yang sama dalam setiap postingan.

Sebuah foto dan contoh suara dapat digunakan untuk menciptakan “persona” tertentu. Script-script baru kemudian menghasilkan video-video yang memiliki wajah, suara, dan kepribadian yang sama, bukan karakter yang berbeda-beda dalam setiap video yang diunggah.
Orang yang sama dalam setiap postingan.

Tidak terbatas pada penampilan seseorang yang sebenarnya.

Seorang “virtual influencer” dapat dibuat dari potret asli, karakter bergaya stylis atau anime, atau wajah yang benar-benar asli. Persona tersebut tidak perlu sesuai dengan orang nyata yang berada di balik kamera.
Tidak terbatas pada penampilan seseorang yang sebenarnya.

Baik dalam bentuk teks maupun ucapan, hasilnya sama.

Konten baru untuk persona tersebut dapat berasal dari dialog yang ditulis, klip suara yang direkam, atau file audio yang diunggah. Semua konten tersebut akan dialirkan melalui proses yang sama dengan avatar pengucap.
Baik dalam bentuk teks maupun ucapan, hasilnya sama.

Dibangun untuk Channel, bukan untuk satu upload pun.

Karena persona tersebut tetap ada di antara video-video yang ditampilkan, maka persona tersebut lebih cocok digunakan dalam jadwal konten yang berulang-ulang, seperti seri TikTok, konten untuk perwakilan merek, atau karakter yang digunakan secara terus-menerus. Hal ini lebih baik daripada menggunakan alat yang hanya digunakan untuk video-video yang bersifat sekali saja.
Dibangun untuk Channel, bukan untuk satu upload pun.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa perlu membuat persona yang “permanent” di DreamFace?

Sama dengan Avatar Pipeline yang digunakan oleh alat-alat lain milik DreamFace.

Persona tersebut dibangun menggunakan teknologi avatar berbicara yang sama dengan yang digunakan oleh alat video dan suara DreamFace. Jadi, seorang influencer virtual bukanlah sistem yang terpisah dari bagian lain dari platform tersebut.

Hasil yang konsisten di setiap sesi.

Karena suara dan penampilan seseorang sudah ditentukan sekaligus, video-video berikutnya untuk persona yang sama tidak akan mengalami perubahan dalam hal penampilan atau nada suaranya, seperti yang terjadi ketika seseorang harus memulai semuanya dari awal setiap kali.

Tidak ada proses pemodelan, pengambilan gambar, atau penggunaan talenta di kamera.

Seorang karakter dapat dibangun dan digunakan kembali tanpa perlu ada orang yang muncul di kamera untuk setiap video baru.

Foto-Foto Sumber: Tetap terikat pada persona tersebut.

Foto-foto dan contoh suara yang digunakan untuk membuat “persona” tersebut hanya digunakan untuk video-video yang berkaitan dengan persona tersebut saja, dan tidak dipublikasikan di tempat lain di platform tersebut.

Fitur Berharga Lain dari Dreamface

Generator Video AI
Buat video produk AI, clip iklan, teaser peluncuran produk, demo e-commerce, serta konten produk untuk media sosial, berdasarkan prompt, gambar, atau template yang diberikan.
Video AI
Gunakan DreamFace AI Video untuk mengubah gambar atau teks produk yang statis menjadi animasi video yang realistis. Anda dapat menggunakan template, referensi, serta bagian-bagian awal dan akhir dari video tersebut.
Video Enhancer
Perkuat klip produk tersebut dengan teknologi upscaling berbasis AI, detail yang lebih tajam, warna yang lebih baik, serta resolusi output yang lebih tinggi, sebelum dipublikasikan sebagai iklan atau video e-commerce.
Penghapus latar belakang
Hapus latar belakang foto produk tersebut, lalu siapkan potongan-potongan yang bersih untuk digunakan dalam video produk, iklan, klip-klip di platform pasar, serta promosi sosial yang menggunakan merek tertentu.

Mereka Cinta Dreamface

Wajah yang Sama, Terlihat di Enam Video Berbeda

Saya telah membuat “persona” tersebut sekali, dan sejak itu saya menggunakannya dalam enam skrip yang berbeda. Saya tidak yakin apakah suara tersebut akan tetap konsisten setelah digunakan berkali-kali.

Saya menggunakan karakter asli, bukan foto saya sendiri.

Persona tersebut dibangun berdasarkan desain, bukan gambar yang sesungguhnya. Para penonton yang berinteraksi dengannya menganggapnya sebagai karakter yang muncul secara terus-menerus, bukan sekadar video singkat saja.

Tidak menyangka bahwa hal tersebut cocok untuk dijadikan seri mingguan.

Aturlah hal ini sebagai seri pembaruan merek setiap minggu. Alasan mengapa situasi ini tidak bisa diperbaiki setiap minggu adalah karena persona tersebut tidak perlu diubah setiap minggu.

Contoh suara yang diberikan lebih baik daripada teks yang ditulis.

Sampel suara yang pendek saja direkam, alih-alih mengetik dialog secara langsung. Video-video berikutnya menggunakan nada yang sama, tanpa saya perlu melakukan proses pengulangan tersebut.

Lebih sederhana daripada mengelola seorang duta besar yang sesungguhnya.

Dibandingkan dengan harus mengatur seorang juru bicara yang berbeda dalam beberapa video, menggunakan persona yang sama setiap kali menghilangkan banyak sekali proses negosiasi yang diperlukan.

Masih sedang belajar cara merencanakan konten yang berkaitan dengan satu wajah saja.

Butuh beberapa sesi untuk memikirkan konsep “persona yang berulang” alihnya menggunakan karakter baru untuk setiap video. Setelah itu, penggunaan persona yang sama membuat proses penulisan skrip menjadi lebih cepat.

Wajah yang Sama, Terlihat di Enam Video Berbeda

Saya telah membuat “persona” tersebut sekali, dan sejak itu saya menggunakannya dalam enam skrip yang berbeda. Saya tidak yakin apakah suara tersebut akan tetap konsisten setelah digunakan berkali-kali.

Saya menggunakan karakter asli, bukan foto saya sendiri.

Persona tersebut dibangun berdasarkan desain, bukan gambar yang sesungguhnya. Para penonton yang berinteraksi dengannya menganggapnya sebagai karakter yang muncul secara terus-menerus, bukan sekadar video singkat saja.

Tidak menyangka bahwa hal tersebut cocok untuk dijadikan seri mingguan.

Aturlah hal ini sebagai seri pembaruan merek setiap minggu. Alasan mengapa situasi ini tidak bisa diperbaiki setiap minggu adalah karena persona tersebut tidak perlu diubah setiap minggu.

Contoh suara yang diberikan lebih baik daripada teks yang ditulis.

Sampel suara yang pendek saja direkam, alih-alih mengetik dialog secara langsung. Video-video berikutnya menggunakan nada yang sama, tanpa saya perlu melakukan proses pengulangan tersebut.

Lebih sederhana daripada mengelola seorang duta besar yang sesungguhnya.

Dibandingkan dengan harus mengatur seorang juru bicara yang berbeda dalam beberapa video, menggunakan persona yang sama setiap kali menghilangkan banyak sekali proses negosiasi yang diperlukan.

Masih sedang belajar cara merencanakan konten yang berkaitan dengan satu wajah saja.

Butuh beberapa sesi untuk memikirkan konsep “persona yang berulang” alihnya menggunakan karakter baru untuk setiap video. Setelah itu, penggunaan persona yang sama membuat proses penulisan skrip menjadi lebih cepat.